Nikon WU-1a : Wifi connection for DSLR

Dunia fotografi digital berkembang demikian pesatnya, tidak hanya persoalan image saja yang menjadi unggulan tetapi faktor interkoneksi antar device saat ini menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan juga untuk semua level camera digital. Wireless atau interkoneksi tanpa kabel yang sekarang menjadi trend dengan menggunakan WIFI.   Sistem ini tidak saja untuk workflow antara camera, PC dan Storage saja, namun juga untuk bisa terhubung dengan Gadget dan langsung ke internet untuk social media misalnya.

Nikon WT-1 wireless Wifi era Nikon D2

Nikon WT-1 wireless Wifi era Nikon D2

Nikon WT-2 pada era Nikon D2X

Nikon WT-2 pada era Nikon D2X / D2H

Nikon WT-4 pada era Nikon D3

Nikon WT-4 pada era Nikon D3 dan D3X

Nikon WT-5 pada era Nikon D4

Nikon WT-5 pada era Nikon D4

Nikon sebenarnya sudah mengembangkan sistem ini WIFI sejak lama yaitu era Nikon D2, D2H dan D2X, tetapi semua diperuntukan bagi jajaran kamera profesionalnya. Modul yang pernah dirilis yaitu Nikon WT-1, Nikon WT-2, Nikon WT-3, Nikon WT-4 dan terakhir Nikon WT-5.  Melihat deretan modul WIFI diatas adalah modul yang Pro level dengan harga yang mahal kisaran 5 juta sd 12 juta rupiah.

Nikon WU-1a (perhatikan PIn konektor yang berbeda dengan WU-1b )

Nikon WU-1a (perhatikan Pin konektor yang berbeda dengan WU-1b )

Nikon WU-1b (perhatikan Pin konektor yang berbeda dengan WU-1a)

Nikon WU-1b (perhatikan Pin konektor yang berbeda dengan WU-1a)

Nikon melihat perkembangan sistem interkoneksi WIFI saat ini dibutuhkan tidak saja pada kamera PRO tetapi juga kamera semi pro, entry level bahkan kamera pocket juga membutuhkan (lebih untuk koneksi ke social media). Untuk menjawab kebutuhan tersebut Nikon mengeluarkan ( tahun 2012) modul wifi “kelas mini/praktis/ekonimis” yang cukup kecil, ringkas dan handal yaitu WU-1a dan WU-1b. Dengan WU-1a/1b kita tidak perlu harus membeli atau menunggu DSLR khusus dengan built in wireless wifi, karena hampir semua kamera DSLR Nikon yang kita miliki bisa memanfaatkan mini device ini, kecuali Non konektor DC2 semacam kelas PRO Nikon…. Dan harganya cukup ekonomis hanya perlu merogoh Rp. 625.000 sudah mendapatkan modul ini. Great Job Nikon !

Box Nikon WU-1a

Box Nikon WU-1a

Saya coba membahas tentang manfaat “mainan kecil” ini dan seperti apa performanya, karena menurut saya modul praktis Nikon WU-1a ini,  adalah modul MUST HAVE yang harus dimiliki saat ini ! (operasi antara WU-1a dan WU-1b tidak berbeda)

COMPABILITY and SPECS  :

Nikon WU-1a : Nikon Seri D3200, D3300, Nikon D5200, 5300, Nikon D7100, Nikon DF, Coolpix P7800, P330, Coolpix A, Coolpix P530, P520 untuk update compatible camera Link  NIKON :  Nikon Wu-1a

Nikon Wu-1a : Nikon D600, 610, Nikon 1 AW1, Nikon 1V 2, Nikon 1 J3, Nikon 1 S1  untuk update compatible camera Link NIKON : Nikon Wu-1b 

Gadget Compatibility :  OS: Smartphones, Tablets: Android™ version 2.3 or later (smartphone), Android version 3.0 or later (tablet). iPhone® and iPad®: iOS version 6.0 or later.
Max Range : Wi-Fi®: 11b/g/n (maximum range approximately 10-15m/33-49 ft).

Un boxing Nikon WU-1a

Un boxing Nikon WU-1a

SMALL and EASY

Nikon WU-1a ukurannya sangat kecil bahkan boleh dibilang hanya sebesar coin Rp.500,- sehingga sangat praktis dan tidak membebani berat kamera untuk dibawa kemanapun kita memotret. Justru karena kecilnya, unsur “mudah hilang” menjadi perkara berikutnya jika tidak berhati-hati. Untuk menghindari hal ini nikon telah menyertakan kompartemen penyimpan yang bisa dipasang pada strap kamera besarta tali kecil yang dikaitkan ke modul WU-1a.

WU-1a merupakan modul yang sangat kecil / mini

WU-1a merupakan modul yang sangat kecil / mini

di dalam the Clip Box

Di dalam the Clip Box

PLUG and PLAY

Cara pemasangan juga sangat mudah :

  • Matikan Power kamera
  • Buka karet konektor biasanya di samping kiri body camera anda
  • Umumnya konektor DC2 berada pada urutan paling atas
  • Tancapkan WU-1a pada konektor
  • Nyalakan/ON Power kamera
  • jika lampu menyala HIJAU berkedip pelan  berarti bahwa WU-1a sudah terkoneksi dengan baik, jika menyala MERAH berarti koneksi error ( matikan kamera dan nyalakan lagi ).

Ukuran WU-1a yang kecil/mini membuat keberadaan modul ini pada kamera tidak mengganggu handling operasional pemotretan.

Konektor untuk WU-1a

Konektor untuk WU-1a

Tancapkan WU-1a pada konektornya

Tancapkan WU-1a pada konektornya

Modul kecil tidak mengganggu operasional kamera

Modul kecil tidak mengganggu operasional kamera

APPS ON GADGET

Untuk menggunakan WU-1a jangan lupa kita terlebih dahulu melakukan download APP Nikon Wireles mobile Utility (WMU) ini pada gadget kita, untuk mendownload gunakan link di bawah :

ANDROID Apps Google Play link : Nikon Wireless Mobile Utility

tampilan di Google play store

tampilan di Google play store

iOS Apps  for iphone atau iPad : Nikon Wireless Mobile Utility

Tampilan di iOS App Store

Tampilan di iOS App Store

GADGET PAIRING

Untuk pairing antara Camera dengan Gadget sangat mudah, ikuti langkah berikut :

  •  WU-1a yang sudah terpasang sempurna, nyalakan kamera maka lampu hijau akan menyala dan berkedip pelan.
  • green
  • Nyalakan Gadget anda dan searching device Wifi
  • Pilih device wifi NIKON WU ……
  • setting wifi
  • Tekan WMU Apps pada gadget kita
  • Tekan tanda antena di pojok kiri atas, jika tanda silang pada antena sudah hilang berarti pairing sudah berhasil
  • antena nok
  • antena ok
  • Lampu pada WU-1a akan menyala hijau terus tanpa berkedip, maka kamera dan gadget anda sudah terhubung dan siap for Action!
  • green

MENU SHOT ON GADGET

Di sini ada 2 macam pemotretan, yaitu

  1. Pemotretan dengan Metode WMU : pemotretan dengan kendali di gadget, dengan metode ini maka fungsi exposure harus kita atur terlebih dahulu, karena kita tidak bisa mengatur exposure dari kamera dan juga dari gadget. Jika pemotretan kita pada outdoor dengan situasi lighting yang berubah-ubah maka sebaiknya gunakan mode : P, S atau A. Mode M dipakai jika kondisi lighting under control. Jika anda membutuhkan pemotretan yang cepat maka pilih download after OFF dimana download tidak dilakukan saat setelah shutter dirilis. Dengan kata lain fungsi gadget lebih sebagai live view dan shutter release.
  2. Pemotretan dengan metode CAMERA : dengan metode ini maka semua handling kendali di kamera dan hasil dapat dikirim ke gadget setelah shutter dirilis.
  3. Sebagai catatan download file dari kamera k gadget per file membutuhkan waktu berkisar 10 sd 15 detik.
Pilihan antara WMU dan Camera Operating

Pilihan antara WMU dan Camera Operating

METODE WMU

Untuk memulai memotret paka tekan TAKE PHOTOS maka kamera siap dioperasikan dengan gadget. Untuk focusing kita menggunakan metode touch screen, sentuh titik yang kita inginkan untuk focus, maka AF kamera akan bergerak untuk memfocus hingga titik warna focus pada hijau. Pada saat menggunakan metode ini control menu di body kamera tidak bisa difungsikan, dan di LCD kecil akan muncul tulisan PC.

Pada Metode ini fungsi kamera berubah menjadi Live view dan kita bisa melihat preview bidikan pada layar gadget kita, angka exposure tampil pada display namun kita tidak dapat melakukan control/merubah dari gadget.

Muncul tulisan PC untuk metode WMU

Muncul tulisan PC untuk metode WMU

Tekan TAKE PHOTOS

Tekan TAKE PHOTOS

DOWNLOAD

Setelah pemotretan/shutter rilis hasil akan terdownload langsung ke gadget,  yang perlu diperhatikan bahwa file yang terdownload di gadget adalah file kecil JPEG saja, tidak bisa disetting ke JPEG Original maupun RAW. Semua file JPEG Ori/RAW akan tersimpan di memory card kamera seperti pada pemotretan umumnya. Karena sifat file kecil maka metode ini lebih ke arah membantu untuk preview atau untuk social media transfer. Waktu untuk downloading juga cukup lama berkisar  10 sd 15 detik, jika dirasa terlalu lama maka fungsi download dapat di off kan.

File langsung terdownload

File langsung terdownload

File terdownload sempurna

File terdownload sempurna

File terdownload bisa di zoom preview seperti layaknya preview di gadget umumnya

File terdownload bisa di zoom untuk preview dengan metode touch screen 

METADATA dan GEOTAGING

Yang menarik adalah pada file metada ada info GEOTAGING atau posisi koordinat lokasi pemotretan, tentu saja hal ini sebagai nilai tambah pemotretan dengan metode ini. Sepertinya kamera kita built in GPS atau seakan-akan terpasang Nikon GPS 1 yang seharga 2,5 juta.

Geo tagging koordinat lokasi pemotretan

Geo tagging koordinat lokasi pemotretan

CONNECTING SOCIAL MEDIA

Bagi penggemar update/sharing social media maka, hasil pemotretan kita dapat langsung dikirim ke social media tanpa perlu repot transfer dan download terlebih dahulu dari memory card kita.

Siap koneksi ke social media

Siap koneksi ke social media

METODE CAMERA

Pada metode ini control tetap berada pada body kamera dan gadget berfungsi sebagai download file hasil pemotretan setelah shutter dirilis.

TAKE PHOTO TANPA LIVE VIEW

Pada metode kamera maka pada saat kita tekan take photo di gadget tidak muncul Live view  seperti pada metode WMU.

Pada metode camera maka gadget tidak menampilkan live view

Pada metode camera maka gadget tidak menampilkan live view

DOWNLOADING :

Setelah shutter camera kita lepaskan di body maka file  segera tertransfer ke gadget kita dan siap kita gunakan sesuai kebutuhan. Sebagai catatan file original RAW/JPEG tetap terekam di dalam memory card kamera kita.

Begitu shutter di rilis file segera terdownload.

Begitu shutter di rilis file segera terdownload.

File telah terdownload

File telah terdownload

Masih ada beberapa menu dan setting pada nikon WU-1a, saya coba bahas beberapa yang menarik.

VIEW PHOTOS :

Menu ini adalah untuk meilhat :

  1. Picture On Camera : untuk melihat isi memory card yang ada di kamera
  2. Camera Roll : untuk melihat foto yang ada di gadget
  3. Latest Downloads : untuk melihat foto yang terakhir terdownload di gadget (pemotretan terakhir)
    Menu View Photos

    Menu View Photos

    Ada 3 pilihan menu

    Ada 3 pilihan menu

SYNCHRONIZE CLOCK :

Menyamakan waktu camera dengan gadget kita, agar meta data presisi waktunya

Pilihan synchronize clock

Pilihan synchronize clock

PILIHAN THUMBNAILS :

Kita dapat memilih besarnya file data yang  ter-transfer yaitu antara standard dan large, tapi dengan catatan file ini adalah file yang sudah di compressed  ( maka istilahnya adalah thumbnails menu ) jadi file ini digunakan untuk keperluan preview atau kebutuhan file kecil saja. Sedangkan file RAW/Original Jpeg tersimpan di memory card.

Pilihan Thumbnail

Pilihan Thumbnail

SETTING LOCATION GEO TAGGING

Kita dapat melakukan setting geo tagging pada meta data kita, sehingga walaupun kamera kita tanpa device GPS tetap dapat memanfaatkan GPS dari gadget kita. Geo tagging adalah berdasarkan data lokasi pada waktu downloading file di gadget, bukan pada titik saat shutter di release, jadi ada kemungkinan bergeser jika kita berjalan.

Setting Geo Tagging

Setting Geo Tagging

PRO and CONS

PRO

  • Modul kecil dan praktis sekali
  • Nir kabel dengan menggunakan Wifi
  • System iOS dan Android
  • Sebagai preview yang bermanfaat
  • Berfungsi sebagai pelepas shutter dengan preview jarak jauh
  • Mampu memudahkan pemotretan angle extreem
  • Harga ekonomis dibanding WIFI kelas PRO Nikon, harga di kisaran Rp. 650 ribu

CONS

  • Tidak bisa transfer original File RAW/JPEG, file cenderung untuk preview
  • Waktu transfer lama berkisar 10 sd 15 detik per file, dan shutter dapat di release setelah download selesai
  • Tidak bisa digunakan direct ke laptop kita, karena tidak ada modul program di laptop.
  • Jarak Wifi hanya berkisar 10 sd 15 meter saja.

MY THOUGHT

Menurut pendapat saya modul WU-1a/1b tetap merupakan “must have” device karena dengan harga yang ekonomis kita dapat melakukan interface data dengan gadget yang umumnya sudah kita miliki (iOS atau android) dan sekaligus dapat memanfaatkan fungsi “ultimatenya” untuk membantu pemotretan konsep kreativitas yang OUT OF THE BOX !!!

Lowepro Pro Roller X-100 : Tas Traveler Sejati

bags travel

Saya mencoba mencari sebuah tas kamera yang cocok untuk traveling dan hunting foto. Beberapa criteria pertimbangan saya adalah :

  1. Tas ini harus kuat melindungi kamera di dalamnya.
  2. Tas ini harus meringankan beban saya, maklum umur sudah tidak muda lagi.
  3. Tas ini harus diperbolehkan masuk dalam cabin sebagi hand luggage.
  4. Tas ini harus memberikan inovasi kepraktisan dalam traveling.

Saya mencoba mencari dari beberapa merk yang ngetop untuk menemukan sebuah tas kamera yang tepat sesuai dengan kriteria saya. Mencoba mencari dari merk nge-pop dikalangan fotografer semacam National Geographic, Crumpler, manfrotto, Bellingham, dan akhirnya Lowepro. Saya sebenarnya sudah menghindarkan merk legendaris Lowepro ini, karena saya sudah bosan bukan karena quality-nya. Sejak pertama memotret hingga sekarang, sudah mondar-mandir berbagai type tas lowepro menjadi produk setia dalam perjalanan memotret saya. Saatnya mencoba mencari alternatif lain ! Tapi apa boleh dikata ternyata otak genius desainer lowepro benar-benar traveler sejati seperti komentar istri saya, sehingga akhirnya pilihanpun jatuh ke LOWEPRO : PRO ROLLER X-100 !!!

Saya mencoba membagi informasi tentang tas traveler sejati ini, siapa tahu ada teman fotografi yang sedang dilemma mencari sebuah tas yang tepat untuk hunting.

DESAIN LUAR

Tas ini seperti layaknya tas koper roller pada umumnya, sehingga tinggal menutup emblem lowepro dengan dengan Lak Band hitam maka koper kamera ini akan tersamarkan dengan baik. Maklum tas fotografer sering menjadi sasaran tangan-tangan jahil.

Lowepro tampak luar terlihat seperti koper biasa

Lowepro tampak luar terlihat seperti koper biasa

SPESIFIKASI :

Fits:

  • 1-2 Pro DSLRs
  • 4-6 extra lenses/accessories
  • Up to a 14ʺ laptop

Technical Specifications:

Internal Dimensions: 29 x 16.8 x 40 cm (11.42 x 6.61 x 15.75 in)

External Dimensions: 35.5 x 28.5 x 51 cm (13.98 x 11.22 x 20.08 in)

Notebook Compartment: 30.5 x 3 x 39 cm (12.01 x 1.18 x 15.35 in)

Weight: 5 kg (11.00 lbs)

ROLLER

Tas Lowepro ini memiliki roda yang cukup besar sehingga jika kita ajak melewati jalan semacam paving/aspal masih terasa nyaman.,selain itu roda-roda tas ini cukup ringan bergerak dan lancar. Menurut dealer tas ini (camera shop Grand Indonesia) memiliki life time guaranty pada roda-roda dan resletingnya, sehingga jika rusak tinggal dibawa ke dealer untuk di repair.

Roda cukup besar dan ringan berputarnya

Roda cukup besar dan ringan berputarnya

STICK HANDLE GRIP

Cukup kuat karena menggunakan double stick, dan sangat memudahkan kita saat tas ini “menggendong” tas lain karena akan steady, jika kita bandingkan dengan model single stick yang mudah jatuh. Selain itu pada handle gripnya dapat digunakan sebagai dudukan kamera jika darurat tidak membawa tripod. Mungkin ditujukan untuk pemotretan dokumentasi grup, karena umumnya malas buat mengeluarkan tripod. Jika tidak digunakan handle ini bisa tersimpan dengan rapi karena tertutup dalam bilik ber-risleting.

Handle grip

Handle grip

Handle grip tersimpan rapi

Handle grip tersimpan rapi

Mudah untuk "menggendong" tas lainnya

Mudah untuk “menggendong” tas lainnya

Dapat sebagai tripod urgent

Dapat sebagai tripod urgent

TRIPOD HANDLE

Lowepro menyediakan dudukan untuk membawa tripod yang dapat dipasang dengan mengkaitkan pada sisi bawah tas dengan model velcrow. Dan kepala tripod dikaitkan dengan tali yang sudah tersedia di dalam kompartemen stick handle grip.

Tripod handle tinggal dikaitkan jika membawa tripod

Tripod handle tinggal dikaitkan jika membawa tripod

tripod terbawa dengan baik

tripod terbawa dengan baik

HAND LUGGAGES

Ukuran tas ini sangat pas karena memenuhi syarat hand cary dan cukup mudah handlingnya di dalam cabin pesawat.

Handling di dalam cabin pesawat mudah

Handling di dalam cabin pesawat mudah

MATERIAL BAHAN

Tak dipungkiri bahwa material bahan yang dipakai oleh lowepro umumnya sangat teruji kualitasnya. Jika dilihat meterial bahan KANVAS yang dipakai adalah material pada tas lowepro kelas Pro, walaupun sedikit disayangkan jenis resleting yang dipakai bukan model yang water resistant.

Material bahan cukup baik, kanvas kelas koper Pro

Material bahan cukup baik, kanvas kelas koper Pro

Risleting sayang bukan dari kelas water resistant

Risleting sayang bukan dari kelas water resistant

LAPTOP POCKET

Tempat laptop tersedia pada sisi atas dan cukup terlindungi, walaupun menurut saya kurang melindungi laptop dengan maksimal karena busa pelindung terlihat tipis, serta posisinya yang berada di sisi depan membuat rawan terkena benturan. Pada umumnya Lowepro mendesain pada sisi punggung tas.

Pocket buat laptop 13 inch

Pocket buat laptop 13 inch

SECURITY LOCK

Yang menarik adalah kunci pengaman tambahan dengan standard TSA, kunci ini cukup unik dengan tali baja yang mengunci simpul-simpul risleting sehingga aman dari tangan copet jail (hmmm… copet biasa lebih jago dari insinyur bule… wkwkwkwkw). Kelemahan menurut saya adalah pada tombol perubah angka kombinasi yang mudah kepencet dan takutnya tergeser tanpa sengaja, sehingga akhirnya kita kesulitan membuka tas kita karena kombinasi yang telah berubah.

Lock TSA

Lock TSA

pengaman dengan sling baja

pengaman dengan sling baja

TUAS PENYANGGA

Lowepro ini cukup unik dengan memberikan feature penyangga ini, kegunaannya saat kita membutuhkan peralatan dari dalam tas maka  dengan mudah kita bisa membuka tanpa harus meletakan seluruh badan tas ke lantai/tanah mungkin karena faktor kotor atau kemudahan handling pengambilan.

Tuas penyangga terpasang

Tuas penyangga terpasang

Mudah mengambil camera

Mudah mengambil camera

PADDED FOAM

Sisi dalam tas terlihat sangat aman buat kamera, khas lowepro! padded foam tebal, aman dan velcronya lasting time. Serta sisi dalam tas ini memiliki kedalaman yang cukup untuk kamera dengan vertical grip atau kamera kelas pro sehingga dapat menyimpan pada posisi kamera berdiri.

aman terkendali wkwkwkw...

Aman terkendali wkwkwkw…

Camera kelas pro atau dengan vertical grip mudah tersimpan dengan posisi berdiri.

Camera kelas pro atau dengan vertical grip mudah tersimpan dengan posisi berdiri.

POCKET INSIDE

Kantung-kantung praktis khas lowepro dihadirkan dibalik sisi penutupnya, yang menarik sudah disediakan kantung untuk memory card yang tertutup aman sebanyak 3 buah, kemudian disertakan kantung-kantung serbaguna lainnya.

Kantung-kantung sisi dalamnya.

Kantung-kantung sisi dalamnya.

DUAL BAGS !!!!!

Satu kelebihan brilian tas ini adalah Dual Bags, tas ini sebenarnya perpaduan antara TAS KOPER  luarnya dan di dalamnya adalah TAS RANSEL KAMERA yang terpadu. Kedua tas ini dikaitkan dengan risleting sehingga mudah untuk melepasnya.

Terbayang sebuah perjalan hunting dari Jakarta ke Bromo, stage pertama : perjalanan dengan pesawat menggunakan versi Koper Rolernya, stage kedua : pada pagi hari berburu sunrise kita lepaskan back pack dari koper induknya dan siap menemani kita hunting tanpa merubah susunan isi tas kita, stage ketiga : Lebih praktis lagi saat kita membutuhkan tas cadangan untuk oleh-oleh atau souvenir maka kita dapat memanfaatkan tas Koper induk  tadi. GREAT JOB!!!

Sayangnya ransel yang ada memang terkesan sederhana dan sedikit kehilangan kelengkapan khas backpack Pro lowepro pada sisi luarnya: semacam kantung-kantung luar, padded busa penyangga punggung dan tali cangklong ransel yang sedikit kurang nyaman untuk extreem hunting.

Dual Bags !!! Praktis

Dual Bags !!! Praktis

"kapal induk" yang kososng

“kapal induk” yang kososng

Menjadi dual Bags

Menjadi dual Bags

FREE UNIVERSAL ELECTRICITY PLUGS

Pembelian tas lowepro ini mendapatkan konektor listrik universal brand LOWEPRO, dengan sedikit kelebihan adalah adanya source USB konektor untuk directed charging ke gadget kita.

universal plugs dan pocket tripod holder

Universal plugs dan pocket tripod holder

USB charger

USB charger

NO RAINCOAT

Kekurangan dari tas kamera ini adalah tanpa diberikan raincoat, sehingga untuk melindungi tas dari  hujan kita harus membeli secara tersendiri dari lowepro atau third party semacam Tamrac atau National Geographic.

MY THOUGHT

Sebuah tas travel yang sangat praktis buat para photo hunting traveler, walaupun kita harus merogoh kocek yang cukup dalam berkisar Rp. 3,5 Juta tetapi cukup WORTH IT!

Semoga berguna

BERBAGAI SUMBER

Lowepro.com