Nikon D4s : the Dark Knight

Pangeran Kegelapan Bangkit Lagi !

Seperti Batman yang bangkit kembali lebih powerful menjadi pahlawan buat Gotham city, demikian pula dengan Nikon D4 bangkit kembali dengan kekuatan yang lebih baik, NIKON D4s bangkit lagi!

Nikon D4s merupakan refinement upgrade dari Nikon D4 yang lahir pada 6 january 2012, memang tidak banyak perubahan yang dilakukan oleh Nikon tetapi perubahan yang ada menjadikan Nikon D4 menjadi lebih sempurna dan powerful. Beberapa kelebihan yang ada meliputi beberapa bidang seperti kecepatan, noise, awb, auto focus dan daya tahan, sudah saya tuliskan pada posting sebelumnya : Hands On : Nikon D4s the “fast n Furious”.

Kali ini saya diberikan kesempatan oleh Nikon Indonesia untuk mencoba  kelebihan nikon D4s ini. Beberapa topik saya coba kupas dari kamera ini :

1. SENSOR :

Nikon tidak melakukan upgrade pada jumlah resolusi, masih sama pada 16MP, tetapi melakukan refinement pada sensor ini. Apakah sensor ini lebih baik ? Saya coba membandingkan sensor Nikon D4s dengan Nikon D4, Nikon D3s, Nikon Df dan dengan jajaran tertinggi dari Canon Pro  Canon 1Dx dengan berdasar chart comparison DXO.

DXO TEST :

Test Score terhadap sensor dai DXO

Test Score terhadap sensor dai DXO, D4s, D4 dan Canon 1Dx

Test score dari Nukin D4s, Df dan D3s

Test score dari Nikon D4s, Df dan D3s

1.a OVERALL SCORE

Sensor Nikon D4s dibandingkan dengan Nikon D4 : hasil test DXO kedua sensor ini masih memiliki overall score yang sama yaitu 89 points.

Sensor Nikon D4s dibandingkan dengan Nikon Df : hasil test DXO kedua sensor ini juga masih memiliki overall score yang sama yaitu 89 point,

Sensor Nikon D4s dibandingkan dengan Nikon D3s : hasil test DXO menunjukan sensor Nikon D4s lebih unggul dengan overall scor 89 points sedangkan nikon D3s mengantongi score 82 points.

Sensor Nikon D4s dibandingkan dengan Canon 1Dx : hasil test DXO menunjukan bahwa sensor D4s lebih unggul 7 points dengan overall score 89 points sedangkan Canon 1Dx dengan overall score 82 points.

1.b. PORTRAIT SCORE ( Color Depth ) :

di sini ditandingkan tentang rentang kedalaman/kekayaan /jumlah dari warna-warna yang dihasilkan oleh sensor. Paling unggul pada test ini adalah Nikon D4 dengan 24,7 bits

Nikon D4s vs D4 : D4s kalah 24,4 bits dan Nikon D4 menang dengan 24,7 bits

Nikon D4s vs Df : D4s kalah 24,4 bits dan Nikon Df menang dengan 24,6 bits

Nikon D4s vs D3s : D4s menang 24,4 bits dan Nikon D3s kalah dengan 23,5 bits

Nikon D4s vs Canon 1Dx : D4s menang 24,4 bits dan Canon 1Dx kalah dengan 23,8 bits

Kesimpulan : Dari hasil test secara over all Nikon D4s, D4 dan Df mempunyai score yang sama, tidak mengherankan karena ketiga kamera ini memiliki basic sensor yang sama. 

2. NOISE

Nikon D4s melakukan upgrade Noise sebesar 1 stop terhadap pendahulunya nikon D4, jika pada nikon D4 top level ISO pada 12.800 maka nikon D4s di upgrade menjadi 25.600 dan masih bisa di extend hingga 4 kali Ev.

DXO TEST

2.a. SPORT ( Low Light ISO ) :

Di sini dibandingkan noise yang di hasilkan pada kondisi Iso tinggi. Pada Tolok ukur DXO kualitas noise accepted (qualitas foto) adalah pada 30 db.

Nikon D4s vs D4 : D4s menang 3074 ISO dan Nikon D4 kalah dengan 2965 ISO

Nikon D4s vs D3s : D4s kalah 3074 ISO dan Nikon D3s menang dengan 3253 ISO

Nikon D4s vs Df : D4s kalah 3074 ISO dan Nikon Df menang dengan 3279 ISO

Nikon D4s vs Canon 1Dx  : D4s menang 3074 ISO dan Canon 1Dx kalah dengan 2786 ISO

Kesimpulan : Pada Hitungan hasil score DXO pada tolok ukur 30 db, Nikon D4s masih kalah tipis dibandingkan dengan Nikon Df dan Nikon D3s. Tetapi pada setting ISO 25.600 hingga ISO tertingi 102.400, Nikon D4s menang dibandingkan Nikon D4 Nikon Df  seperti terlihat dalam grafik di bawah.

Grafik s/n ratio

Grafik ratio Nikon D4s, D4 dan Df

Ratio Noise

Grafik Noise Nikon D4s, D4 dan Canon 1Dx

DPReview TEST

Di sini dapat diperjelas lagi dengan Noise Test yang dilakukan oleh DPreview bahwa pada noise tinggi handling Nikon D4s masih lebih baik

Nikon D4s vs Nikon D4 vs Nikon Df

Nikon D4s vs Nikon D4

ISO 6400

ISO 6400 : Ketiga kamera diatas Iso yang dihasilkan sangat menyerupai (pembesaran 100%)

 

ISO 12800 :

ISO 12800

ISO 12800 : Nikon D4s terlihat lebih lembut noisenya, sedangkan Nikon Df dan D4 menyerupai  (pembesaran 100%)

 

ISO 25600

ISO 25600

ISO 25600 : Nikon D4s terlihat lebih baik handling noisenya dan foto yang dihasilkan masih acceptable (pembesaran 100%)

 

ISO 51200

ISO 51200

ISO 51200 : Nikon D4s lebih baik walaupun qualitas foto mulai menurun (pembesaran 100%)

 

ISO 102400

ISO 102400

ISO 102400 : Nikon D4s lebih leading walaupun qualitas foto yang dihasilkan sudah tidak acceptable (pembesaran 100%)

KESIMPULAN : terlihat dari perbandingan di atas Handling Noise Nikon D4s  menunjukan kinerja yang lebih baik

 

3. DYNAMIC RANGE

Pada Nikon D4s dilakukan refinement pada sensor dan processor EXPEED 3 apakah dengan perbaikan ini akan membawa keunggulan pada dynamic rangenya?

DXO Test

DR

Grafik Dynamic Range Nikon D4s vs D4 dan Df

DR 1DX

Dynamic Range Nikon D4s, D4 dan Canon 1Dx

1.c. Landscape ( Dynamic Range ) :

di sini dibandingkan tentang rentang gradasi dari gelap/shadow ke terang/hilight yang mampu ditangkap oleh sensor. Paling unggul pada test ini adalah Nikon D4s dengan 13,3 Evs

Nikon D4s vs D4 : D4s menang 13,3 Evs dan Nikon D4 kalah dengan 13,1 Evs

Nikon D4s vs D3s : D4s menang 13,3 Evs dan Nikon D3s kalah dengan 12 Evs

Nikon D4s vs Df : D4s menang 13,3 Evs dan Nikon Df kalah dengan 13,1 Evs

Nikon D4s vs Canon 1Dx  : D4s menang 13,3 Evs dan Canon 1Dx kalah dengan 11,8 Evs

Pada ISO 50 – 100 : terlihat Nikon D4s menang tipis

Pada ISO 100 – 1600 : terlihat Nikon D4s kalah terhadap rivalnya

Pada ISO 1600 – 102.400 : terlihat Nikon D4s meninggalkan rivalnya.

 

DPreview TEST

DR

Dynamic Range Nikon D4s vs D4 vs Df

Terlihat dari test oleh DPreview bahwa :

Nikon D4s vs Nikon D4 : Nikon D4s memiliki rentang DR lebih lebar/unggul pada sisi shadow dibandingkan rival pendahulunya Nikon D4

Nikon D4s vs Nikon Df :Nikon D4s memiliki rentang detil pada shadow yang lebih lebar/unggul dibandingkan Nikon Df, sementara Nikon Df hanya unggul 1 step pada sisi hi-lightnya

Nikon D4s vs Nikon D800 : Agak mengejutkan, Nikon D800 yang memiliki resolusi lebih tinggi dan memiliki score terbaik pada Test sensor DSLR ( DXO test ) ternyata kalah tipis rentang Dynamic Range dibandingkan Nikon D4s. Di mana Nikon D4s memiliki detil yang lebih baik pada shadow area (3 steps), sedangkan Nikon D800 lebih unggul pada sisi Hi-Lightnya (1 steps)

 

DR pada Extended LOW Iso

Dynamic range pada penggunaan D-Lighting

Terlihat bahwa penggunaan D-lighting mampu memberikan rentang Dynamic range pada sisi Hi light sehingga detil pada pencahayaan terang akan tertangkap dengan lebih baik. pada sisi  shadow masih termaintain dengan baik.

 

DR pada Extended Low ISO : 50

DR pada Extended Low ISO : 50

Penggunaan Extended Low ISO 50, akan memberikan efek dynamic range yang menurun pada sisi detil Hi-light, untuk itu ISO 50 bukan berarti sebagai titik tertinggi kualitas gambar pada nikon D4s tetapi hanya sebagai feature untuk memperlambat speed saja ( creative shoot )

4. AUTO WHITE BALANCE

Auto white balance pada kamera super ini tidak perlu dikuatirkan lagi, tinggal dipasang pada Auto maka semua sudah beres, warna putih akan menjadi putih pada siraman berbagai macam sumber cahaya.

Saya coba melakukan trial pada beberapa sumber cahaya artifisial yang secara umum sering dijumpai para fotografer yaitu fluorescent (neon) dan Tungsten (pijar).

TEST FLUORESCENT

Pada test ini object dicahayai sumber lampu dari neon, kita akan melihat seberapa akurat WB yang disediakan oleh Nikon D4s

Object full frame

Object full frame sebelum di crop 33%

WB : Auto 1

WB : Auto 1 , warna putih yang dihasilkan akurat

WB : Auto 2 (warm)

WB : Auto 2 (warm) , terlihat warna putih menjadi sedikit warm

WB : Cool White Fluorescent

WB : Cool White Fluorescent, warna putih cenderung akurat dan sedikit biru tipis

WB : White Day Fluorescent

WB : White Day Fluorescent, warna putih tidak akurat cenderung kekuningan

WB : Daylight Fluorescent

WB : Daylight Fluorescent : warna putih tidak akurat kekuningan

WB : Warm White Fluorescent

WB : Warm White Fluorescent, warna putih tidak akurat cenderung biru

WB : White Fluorescent

WB : White Fluorescent, warna putih tidak akurat cenderung kebiruan

WB : Sodium Vapor

WB : Sodium Vapor, warna putih tidak akurat cenderung biru

WB : High Temp Mercury Vapor

WB : High Temp Mercury Vapor, warna putih tidak akurat cenderung warm

WB Auto pada skin tone :

WB Auto pada skin tone : warna putih dan skin tone akurat

WB Cool White Fluorescent pada skin tone :

WB Cool White Fluorescent pada skin tone : Warna putih dan skin tone akurat dan sedikit kebiruan

Kesimpulan : White Balanced Auto 1 cukup akurat pada penggunaan jenis lampu neon / Fluorescence. Yang perlu diperhatikan adalah jenis lampu florescence sangat banyak jenisnya, sehingga jika anda ragu-ragu dengan menggunakan setting WB Fluo, lebih amannya gunakan Auto1.

TEST LAMPU PIJAR ( TUNGSTEN )

Pada test ini object dicahayai sumber lampu dari lampu pijat, kita akan melihat seberapa akurat WB yang disediakan oleh Nikon D4s

WB Auto 1 croped 33%, terlihat putih cukup baik walaupun masih sedikit terlihat kuning.

WB Auto 1 croped 33%, terlihat warna putih akurat.

WB Auto 2 croped 33%, warna puting menjadi semakin kuning kemerahan, karena Auto 2 memeng untuk warm style. Hati hati menggunakan wb ini pada pemotretan tungsten, warna menjadi makin kuning.

WB Auto 2 croped 33%, warna putih menjadi semakin kuning kemerahan, karena Auto 2 memang untuk warm style. Hati hati menggunakan wb ini pada pemotretan tungsten, karena warna warm menjadi semakin kuning.

WB Incandescent croped 33%, disini warna puting terlihat Natural

WB Incandescent croped 33%, disini warna puting cukup akurat dengan sedikit kekuningan

test 2 wb auto1

Pada skin tone Auto 1 (cropped 33%) : warna skin tone natural dengan sedikit kemerahan

wb auto2

Pada skin tone WB Auto 2 ( cropped 33% ) : terlihat skin tone menjadi sangat kemerahan

wb INCAND

Pada Skin tone WB Incandescent  ( cropped 33% ) : Terlihat lebih natural dibandingkan WB auto 1

 Kesimpulan : White Balanced Auto 1 sangat natural dan akurat terhadap warna putih, tetapi pada skin tone menurut saya warna lebih natural menggunakan WB Incandescent

5. AUTO FOCUS

Kecepatan dan presisi AF pada kamera profesional, terlebih yang lebih spesialis ke sport dan jurnalistik, merupakan salah satu feature kunci. Pada upgrade D4s, engineer Nikon menghadirkan focus Mode GROUP AF yang akan menjadikan jawaban terhadap kehandalan AF terbaru Nikon. Nikon sebenarnya sudah memiliki, Dynamic Area AF, 3D Tracking dan Auto Area AF yang selama ini menjadi andalannya, dengan upgrade feature ini apakah menjadikan AF menjadi lebih super dan akurat?

GROUP AF

Pada test AF ini saya lakukan di Dufan sebagai ajang untuk uji coba kehandalan AF nikon D4s, dengan melakukan pemotretan pada wahana yang bergerak cepat yaitu : Halilintar !

Pada foto dibawah digunakan

  • Lensa : Nikon AFS 50mm f/1.4
  • Speed : 1/5000
  • Aperture : f/1.4
  • Focus : AF-C
  • Focus Mode : Group Area AF
  • Release mode : CH (continuous shooting High speed)
  • ISO : 1 EV under 100

Pada Group area AF, kamera menggunakan 5 point focus dimana kelima titik ini aktif dan akan siap mendeteksi perubahan pergerakan pada subject, sehingga subject akan tetap terfocus dengan “aman”.

 

_DSC4423 _DSC4424 _DSC4425 _DSC4426 _DSC4427 _DSC4428 _DSC4429 _DSC4430 _DSC4431 _DSC4432 _DSC4433 _DSC4434 _DSC4435 _DSC4436 _DSC4437 _DSC4438 _DSC4439 _DSC4440 _DSC4441 _DSC4442 _DSC4443 _DSC4444 _DSC4445 _DSC4446 _DSC4447 _DSC4448 _DSC4449 _DSC4450 _DSC4451 _DSC4452 _DSC4453

 

PEMOTRETAN :  Pada saat kereta mulai bergerak menanjak saya mulai “memberondong” dengan menekan shutter dan mengikuti pergerakannya hingga kereta selesai melintasi putaran, total ada sekitar 130 frames, foto-foto diatas saya ambil sebagian pada saat kereta meluncur kearah lingkaran pada titik tercepatnya.

Hasil crop untuk perbesaran focus terhadap subject

Hasil crop 25 % untuk perbesaran focus terhadap subject

crop image 100%

crop image 100%

Kesimpulan : Pada hasil pemotretan halilintar pada kecepatan tertingginya (melintas dilingkaran), Group AF sangat memuaskan dan pergerakan kereta terfocus dengan baik. Dengan Focus Tracking with Lock On membuat kamera mampu mengatasi object “pengganggu focus” seperti tiang-tiang penyangga rel yang umumnya akan mempengaruhi focus (foreground maupun background).

FOCUS LOCK ON

Feature ini memang sudah lama dikenalkan sejak nikon D3 muncul, tetapi dengan tambahan Group AF merupakan kombinasi yang semakin memanjakan AF kamera kita. Feature ini berguna saat kita focus pada subject utama, kemudian tiba-tiba melintas subject kedua, dimana biasanya auto focus akan kalkulasi ulang pada subject terdekat, sehingga subject utama menjadi out of focus.

Lensa : 50mm

Diafragma : f/1.4

Speed : 1/500

AF-C

Group AF

Tracking Lock On : 3 ( Normal )

 

Saya coba ambil beberapa frame yang berurutan pada saat dua subject bertemu :

_DSC5188 _DSC5189 _DSC5190 _DSC5191 _DSC5192 _DSC5193 _DSC5194 _DSC5195

 

Untuk perbesaran saya coba ambil beberapa bagian frame :

Frame 1 ( crop )

Frame 1 ( crop )

frame 1 ( crop 100% )

Frame 1 ( crop 100% ) focus terjaga

frame 2 ( crop )

Frame 2 ( crop )

Crop 100%

Frame 2 ( crop 100% ) focus terjaga

frame 3 ( crop )

Frame 3 ( crop )

frame 3 ( Crop 100% )

Frame 3 ( crop 100% ) focus terjaga

Frame 4 ( crop )

Frame 4 ( crop )

Frame 4 ( crop 100% )

Frame 4 ( crop 100% ) focus terjaga

Kesimpulan : jika kita lihat dari frame-frame diatas subject bergerak terfocus dengan baik walaupun ada object bergerak pada sisi forground. Kombinasi antara Group Focus dan Tracking Lock On terlihat dapat bekerja dengan baik.

AF Tracking Speed

Test kecepatan focus tracking adalah salah satu ujian standard yang dilakukan pada camera sport. Test yang saya lakukan adalah mencoba melakukan Hi speed burst pada camera terhadap subject yang berlari mendekati kamera.

Lensa : 50mm

Diafragma : f/1.4

Speed : 1/500

AF-C

Group AF

Hi Speed Continuos drive

_DSC5090 _DSC5091 _DSC5092 _DSC5093 _DSC5094 _DSC5095 _DSC5096 _DSC5097 _DSC5098 _DSC5099

Kesimpulan : AF speed dari Nikon D4s bekerja sangat cepat dan baik untuk mengantisipasi pergerakan subject yang dinamis, sehingga setiap berondongan frame focus terhadap subject tidak meleset.

PROS dan CONS

PROS

  1. Group AF memberikan keunggulan pada sistim auto focus.
  2. Continuous shooting 11 fps
  3. Auto White Balanced mengalami improvement yang signifikan menjadikan kita tidak kuatir terhadap White balance yang meleset.
  4. Noise pada High level ISO mengalami improvement 1 stop dari sebelumnya.
  5. Dynamic Range pada ISO tinggi cukup baik dan unggul pada kelasnya.
  6. Battery lebih efisien 3020 shots.
  7. Upgarede Time lapse 9.999 shots

CONS

  1. Sensor tetap 16 MP sementara canon 1Dx sudah memakai 18 MP
  2. Memory card mempertahankan XQD yang kurang popular.
  3. Peletakan harga lebih tinggi dibandingkan dengan generasi sebelumnya, akan lebih baik Price placement tetap.

REKOMENDASI

  1. Seperti pada umumnya “S” adalah refinement dan extended version dari versi sebelumnya, sehingga improvement yang adalah “titik penyempurnaan” Nikon Flagship Camera.
  2. Jika anda pemakai D4 maka menunggu D5 muncul adalah keputusan yang bijak secara nilai ekonomis, tetapi jika anda menginginkan sebuah pencapaian teknologi terbaik Nikon yang sempurna maka Nikon D4s adalah jawabannya.
  3. Jika anda pemain baru pada camera profesional jurnalistik dan sport, pilihan pada D4s adalah recomended !

BERBAGAI SUMBER :

Many Thanks to Nikon Indonesia Mr. Sukimin Thio and Team

DXO

DPREVIEW

DUEL : Nikon AF-S 80-400mm Vs AF-S 70-200mm

duel

PERSETERUAN DUA LEGENDA TELE ZOOM !

Semua pemain Nikon Profesional bisa dipastikan memiliki lensa mid tele zoom, terlebih lensa andalan generasi terakhir Nikon AFS 70-200mm f/2.8 VR2. Lensa range ini merupakan lensa wajib bagi para profesional selain karena kualitasnya yang handal juga umumnya merupakan salah satu rangkaian lengkap dari wide ke tele yaitu 14-24mm, 24-70mm dan 70-200mm.

Nikon AFS 70-200 f/2.8 VR1

Nikon AFS 70-200 f/2.8 VR1 : Generasi pertama

Nikon

Nikon AFS 70-200mm f/2.8 VR2 : generasi terakhir

Selain lensa Nikon 70-200mm ini, nikon juga memiliki jajaran lensa Tele zoom lanjutannya yaitu AFS 200-400mm f/4 VR dan 80-400mm f/4.5-5.6. saya tidak akan membahas lensa AFS 200-400mm karena harganya yang mahal sehingga pemakainya relatif tidak banyak. Saya lebih akan membahas Nikon 80-400mm nya karena lensa ini merupakan pilihan alternatif antara 80-400mm atau 70-200mm. Pada generasi sebelumnya Nikon 80-400mm kurang popular karena kualitasnya yang kalah dibanding rivalnya 70-200mm selain itu 80-400mm yang memiliki diafragma vario dianggap sebagai lensa second class / semi pro.

nikon

Nikon AF 80-400 f/4.5-5.6 VR : generasi pertama

nikon

Nikon AFS 80-400mm f/4.5-5.6 VR2 : generasi terakhir

Nikon telah melakukan Update  Nikon AFS 70-200mm f/2.8 VR1 menjadi Nikon AFS 70-200 f/2.8 VR2 yang telah berumur hampir 5 tahun saat ini, setelah 13 tahun Nikon AF 80-400 f4.5-5.6 VR belum diupdate, akhirnya tahun 2013 Nikon melakukan pembaharuan menjadi AFS 80-400mm f/4.5-5.6 VR2. Apakah lensa ini akan tetap menjadi second class dan tidak popular lagi? Untuk menjawab, saya coba melakukan serangkaian filed test pada lensa ini untuk pemotretan panggung.  Karena untuk keperluan Panggung yang membutuhkan tele, agar lebih seru saya melakukan test dengan menggunakan TC ( tele converter 2X ) pada lensa 70-200mm agar diperoleh focal length dan diafragma yang sama dengan 80-400, yaitu focal length 400mm dan f/5.6 pada camera full frame Nikon Df.

Sebelumnya coba saya bedah spesifikasi masing-masing lensa terlebih dahulu :

NIKON AF-S 70-200mm f/2.8 ED VRII

  • Release 2009
  • Lensa Constructions : 21 elements in 16 groups
  • 9 round diaphragm : membuat bokeh menjadi lembut dan bundar
  • Lensa ED ada 7 Elemen
  • Minimum focus : 1.4 m
  • Maximum reproduction : 1/8.6X
  • VR II : vibrate reduction generasi kedua mampu handle up to 4 stops
  • IF : Internal Focus membuat ujung lensa tidak bergerak pada saat focus
  • N : Nano Coating untuk me-reduce ghost dan flare
  • Filter : 77mm
  • Tripod Collar : dudukan tripod yang sudah tersedia
  • SWM : Silent Wafe Motor yang cepat dan tidak bersuara sehingga gelar AF-S disandang
  • G : tanpa gelang diafragma
  • Berat : 1.532 gram
  • Made in Japan : umumnya untuk kelas pro Nikon.
Perbandingan elements lensa 2 generasi Nikon 70-200mm f/2.8

Perbandingan elements lensa 2 generasi Nikon 70-200mm f/2.8 pada generasi kedua lensa ED lebih banyak salah satu upgrade kualitasnya

nikon

Dari test score DXO : Nikon 70-200mm generasi kedua lebih unggul

NIKON AF-S 80-400mm f/4.5-5.6 VRII

  • Release 2013 setelah gen 1 tahun 2000
  • lensa Construction : 20 elements in 12 groups
  • 9 round Diaphragm : membuat bokeh lembut dan bundar
  • Lensa ED ada 4 buah dan Super ED ada 1 buah
  • Minimal focus 1.74m dari generasi sebelumnya 2.3m
  • Maximum reproduction : 1/5.7X
  • VR II : vibrate reduction generasi kedua mampu handle up to 4 stops generasi sebelumnya 3 stops
  • IF : Internal Focus membuat ujung lensa tidak bergerak pada saat focus
  • N : Nano Coating untuk me-reduce ghost dan flare
  • Filter : 77mm
  • Tripod Collar : dudukan tripod tersedia dan bisa dilepas
  • SWM : Silent Wafe Motor yang cepat dan tidak bersuara sehingga gelar AF-S disandang generasi sebelumnya tidak support sehingga focus tidak cepat.
  • G : tanpa gelang diafragma
  • Berat : 1.562 gram
  • Made in Japan : umumnya untuk kelas pro Nikon.
elemen

Elemen lensa AF 80-400 f/4.5-5.6 VR1 : hanya ED (kuning)lens tanpa Super ED lens

elemen

Elemen lensa AFS 80-400mm f/4.5-5.6 VR2 :  ED lens (kuning) lebih banyak dan terlihat tambahan Super ED lens (merah) menjadikan kualitas lensa ini unggul

nikon

Dari test score DXO : Nikon 80-400mm generasi kedua lebih unggul

FIELD TEST dg pendekatan Focal length ( CROP 100% )

untuk memudahkan perbandingan dari focal length yang sama maka urutan gambar berdasarkan focal length baik dengan TC maupun tidak pada Nikon 70-200mm.

Pada 400mm ( pada Max focal Length ), f/5,6

Nikon 70-200 + TC

Nikon 70-200 + TC : ketajaman kalah dengan Nikon 80-400; karakter lebih soft / dreamy look

Nikon 80-400

Nikon 80-400 : Ketajaman lebih superb, mengungguli Nikon 70-200mm + TC ; karakter keras

Pada 200mm ( Mid Focal length ) ; f/5,6

Nikon 70-200+TC

Nikon 70-200+TC ( pada 105mm) : ketajaman kalah dengan Nikon 80-400mm; karakter soft

Nikon 80-400

Nikon 80-400 : ketajaman lebih baik dibanding Nikon 70-200 + TC ; karakter sedikit soft

Pada 80 / 140 ( Min focal length ); f/5,6

Nikon 70-200 + TC

Nikon 70-200 + TC ( 70mm ) : ketajaman kalah dengan Nikon 80-400mm; karakter soft

Nikon 80-400 :

Nikon 80-400 : ketajaman lebih baik dibanding Nikon 70-200mm + TC; karakter keras

FIELD TEST dg pendekatan Lensa ( CROP 100% )

Pada test ini urutan gambar berdasar masing-masing lensa sehingga memudahkan perbandingan antar focal legth pada satu test lensa.

Lensa 70 – 200mm f/2,8 ( Tanpa TC )

Nikon 70 - 200

Nikon 70 – 200 : pada 70mm pada f/2,8 ketajaman sangat baik dan terkesan sedikit keras

Nikon 70-200 :

Nikon 70-200 : pada 105 mm f/2,8 ketajaman sangat baik terkesan sedikit keras

Nikon 70-200 :

Nikon 70-200mm : pada 200mm f/2,8 ketajaman baik dan terkesan soft dan dreamy look

Lensa 70 – 200mm f/2,8 ( TC )

Nikon 70-200 + TC

Nikon 70-200mm + TC : pada 140mm f/5,6 : ketajaman menurun dan terkesan soft

Nikon 70-200+TC

Nikon 70-200mm+TC :pada 220 mm f/5,6 : ketajaman menurun dan terkesan soft Nikon 70-200 + TCNikon 70-200mm + TC :pada 140mm f/5,6 : ketajaman OK dan terkesan soft  dan dreamy look

Lensa 80 – 400 mm

Nikon 80-400 :

Nikon 80-400mm : pada 80mm f/5,6 ketajaman baik dan terkesan keras

Nikon 80-400

Nikon 80-400mm pada 210 mm f/5,6 : ketajaman sangat baik dan terkesan sedikit soft

Nikon 80-400

Nikon 80-400mm : pada 400mm f/5,6, ketajaman superb dan tekesan keras

 

BOKEH

Bokeh antara lensa Nikon 70-200mm + TC dan Nikon 80-400mm pada focal length 400mm dan diafragma f/5.6 hampir menyerupai, saya pribadi lebih suka bokeh Nikon 70-200mm+TC dimana terkesan lebih solid dan bulat lembut.

bokeh

Bokeh Nikon 70-200mm + TC pada 400mm f/5.6

bokeh 400

Bokeh pada Nikon 80-400mm pada 400mm f/5.6

 

MY THOUGHT :

LENSA 70 – 200mm f/2,8

PRO :

  1. Lensa ini lebih memiliki karakter untuk portrait dan modeling, terasa lebih “soft” pada skin tone dan tidak keras walaupun tetap memiliki ketajaman yang sangat baik
  2. Tripod colar nyaman bergerak.

CONS:

  1. Tidak memiliki “focus Lock” seperti pada generasi sebelumnya
  2. Untuk keperluan Long Tele lens dengan menggunakan TC 2x lensa ini seperti sudah diduga kalah kualitasnya dibandingkan dengan Nikon AFS 80-400mm VR.
Focus lock pada Nikon 70-200mm generasi pertama sangat nyaman dalam membantu mengunci focus pada penggunaan continuos AF

Focus lock pada Nikon 70-200mm generasi pertama sangat nyaman dalam membantu mengunci focus pada penggunaan continuos AF

 

LENSA 80 – 400 MM f/4,5 – 5,6

PRO

  1.  Lensa ini memiliki karakter ketajaman yang super dan lebih terkesan “keras”.  Jika melihat performanya, updating/perbaikan Nikon pada lensa ini sangat significant, sehingga kualitasnya jauh meninggalkan generasi pertamanya. Tidak salah Nikon melakukan penambahan Super ED lens pada element lensa sehingga mampu meningkatkan performanya.
  2. AFS membuat focusing dengan lensa ini menjadi sangat cepat terlebih untuk focusing pada focal length tinggi yang membutuhkan akurasi yang baik pada Continuous Focusing. Catatan generasi pertama terkenal sebagai Zoom long tele lens yang “lelet” tanpa AFS.

    collar

    Tripod collar AFS 80-400mm VR2 : bisa bongkar pasang.

  3. Tripod collar lebih kokoh dan mantab pada monopod/tripod dibandingkan generasi pertama yang terkenal “goyah”.
  4. Hanya sangat disayangkan Tripod Colar tidak senyaman / semulus gerak nya dibanding lensa 80-400 generasi pertama dan 70-200mm, terasa kadang “stack / macet” saat digunakan dengan monopod dan bermain komposisi framing landscape ke portrait ke landscape secara cepat.
  5. Simple body, lensa ini walaupun dengan focal length 400mm tetapi cukup ringkas dan pendek dengan menggunakan system twist in and twist out untuk panjang pendek zoom.

    Body simple

    Body simple 

  6. Minimal focus pada 400mm hanya 1,7 M sangat nyaman untuk pemotretan ruang kecil.
  7. Dengan TC 2X dipasangkan di lensa ini maka focal length menjadi 800mm dan f/11, alhasil view finder menjadi drop gelap dan AF tidak berfungsi ( nge-hunt terus ); sehingga harus menggunakan focus manual. Hasil image masih cukup bagus ( lihat sample file ).
  8. Sistem locking zoom sehingga lensa tidak mudah Twist Out zoom (memanjang) sendiri saat dibawa.
Tombol Lock zoom sebagai pengunci saat dibawa.

Tombol Lock zoom sebagai pengunci saat dibawa/tidak digunakan

CONS

  1. Tidak memiliki “Focus lock” pada body lensa, sehingga kurang nyaman untuk sebuah pemotretan tele.
  2. Tripod collar tidak nyaman seperti tersebut diatas.

OVER ALL :

Untuk pemotretan panggung, sport, birding atau yang membutuhkan tele lens 400mm dengan harga yang lebih murah ( Rp. 31,5 juta ) dibandingkan fix lens 400mm f/2,8 ( Rp.102 juta ) maka Nikon AFS 80-400mm f/4,5-5,6 adalah pilihan yang tepat dengan kualitas yang super dan lebih ringkas tentunya.

Untuk bermain di Focal length 400mm, Nikon 80-400mm lebih superior kualitasnya dibandingkan dengan Nikon 70-200mm + TC 2. Jadi jika anda membutuhkan super tele lens sebaiknya langsung membeli Nikon 80-400 dari pada berfikir dengan “batu loncatan” TC 2X pada lensa 70 – 200. Menurut saya lensa ini layak sebagai another the legend of zoom lens !

TRIAL Nikon AFS 80-400mm VR2 ON JAVA JAZZ 20014 :

Sample foto tanpa diolah di photoshop, hanya convert dari RAW ke Jpeg dan resize ke file kecil.

data

File info : Nikon Df, 1/500, f/5.6, Iso 4000, focal length 380mm

data

File info : Nikon Df, 1/400, f/5.6 , Iso 3200, Focal length 400mm

data

File Info : Nikon Df, 1/500, f/5.6, Iso 4000, focal length 400mm

data

File info : Nikon Df, 1/400, f/11, Iso 8000, focal length +TC 800mm, monopod

data

File info : Nikon Df , 1/400, f/5.6, Iso 3200, focal length 220mm

 

Berbagai sumber :

Ken Rockwell

DXO

Nikon USA